Selasa, 07 Oktober 2014

K E T I K A

Ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu berpikir untuk berusaha melupakan hal-hal buruk yang melekat di ingatanmu, hanya agar kamu memiliki memori yang lebih lapang untuk membuat kenangan indah yang baru bersamanya.

Ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu berpikir untuk berusaha menjadi lebih baik, karena dia sebaik-baiknya sosok yang begitu ingin kamu miliki.

Ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu berpikir untuk berusaha membuat waktu lebih lama berjalan—kalau saja kamu mampu. Hanya karena kamu ingin menemaninya lebih lama lagi, melebihi lamanya 7 hari dalam 1 minggu, 24 jam dalam 1 hari.

Kamu ingin, kalau saja bisa, 1 menit terdiri dari detakan jam, bukan lagi detik yang sedikit.

Ketika kamu mulai mereka-reka hal-hal tak masuk akal, karena orang tersebut adalah sepenuhnya mimpi yang tak ingin membuatmu terjaga dan kehilangan asa.

Ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu berpikir untuk berusaha menjadi ibu yang baik dari anak-anakmu. Istri yang selalu berdoa dalam setia. Nenek yang dirindukan oleh cucu-cucunya. Perempuan yang, mencintai Tuhan-Nya.

Ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu tak melupakan kodratmu. Batasanmu. Mimpi-mimpimu sebagai anak dari orangtua yang ingin kamu bahagiakan.

Ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu setia tanpa diminta, memberi tanpa diharap, bahkan menunggu tanpa perlu dijanjikan.

Ketika kamu menemukan seseorang itu.

Akankah, akankah, kamu bisa mencintai diri dan hidupmu sepenuhnya?

Dan apakah, apakah, kamu benar akan pernah bertemu dengannya?

***

Tuhan, aku rasa aku menemukannya. Seorang pria yang membuatku justru selalu teringat pada-Mu. Seorang pria yang karena disayangi olehnya, membuatku justru merasa semakin disayangi oleh-Mu.

Aku harap yang kali ini benar dia orangnya. Karena aku tak sedang berharap padanya, aku sedang berserah pada-Mu :)


Sabtu, 14 Desember 2013

moment in the eyes forever on the soul..

Selamat malam dunia. Rupanya malam ini tak seperti biasanya, tanpa bintang dan juga bulan. Lihatlah, namun ku tetap berada disini, mampu bertahan meski gelapnya gulita namun ada seseorang yang kini menjadi lilin kecil disetiap malamku. Membuatku tersenyum, dan tertawa kecil karna uniknya. Tak hanya mampu menerangi sepi hirup malamku, namun ia menjadi lagu dalam irama nina boboan disetiap pejam mataku. Entahlah, kata-kataku tak seperti sebenarnya aku seperti apa yang kerap kali kau lihat. Inilah kelebihanku,, bersuara dalam ketikan tak berirama,, sepi tanpa bicara.
Malam ini.. bronkitisku kambuh lagi. Entahlah aku tak ingin merepotkan kedua orang tua ku dengan cara mengeluh dan memberitahu bahwa keadaanku kini benar-benar tidak fit. Apalagi memberitahu kamu, orang yang kini kerap kali hadir dan membuatku tersenyum. Malam ini,, dalam kondisi yang memang kurang fit. Aku ingin memberitahu mu, bahwa saat ini aku tengah sayang padamu. Entah sejak kapan, senyum ini selalu secara spontan menyapa tiap hari-hariku. Bagaimana dengan dirimu…?
Sejujurnya…
Aku tak menyesal telah berkata demikian. Kau tau apa itu cinta?
Menurutku cinta itu adalah kemungkin-mungkinan. Karena bagiku cinta mungkin saja berbohong, namun ia lebih memilih jujur pergi ketimbang tetap tinggal. Cinta bagiku ia seperti mood. Suka dia ambil, ngga suka yaa dia buang. Cinta bagiku kaya duren mengkel yang beli di kampong hutan bersama mu itu, rasanya ga terlalu manis namun tetap enak bila dinikmati bersama yang manis. Cinta bagiku seperti chicken lovers yang dagingnya gede, dan kenyang dinikmatin. Cinta bagiku seperti pepaya mengkel dingin, rasanya manis dan menyegarkan. Cinta bagiku seperti susu jahe, tetap manis dan menghangatkan. Cinta bagiku seperti es jeruk special, selalu membuatku terasa lebih bersemangat. Namun tetap saja, cinta bagiku adalah sejuta…
Setia, Jujur, dan Taqwa……….
kau tau,, apa yang saat ini tak bisa ku percayai adalah tentang apa yang orang lain membicarakan kau bersama yang saat ini tak ingin ku dengar. Bahasa ku mungkin tak sanggup kau fahami, tapi paling tidak kau sudah berusaha hadir, dan membuatku tersenyum selama dan sesederhana ini. Dan aku suka…
Bahagiaku saat ini adalah yang demikian tak dapat ku ungkapkan. Entah apa yang ku rasa, namun begitu nyata. Aku tau ini bukan mimpi, dan aku membiarkannya tetap terjaga dan membuat ia menjadi sahabat tidurku di setiap harinya. Aku tau, dan aku yakin bahagia ini tak lama lagi kan berada pada tangan si pemiliknya. Begitu pula dengan kecewa. Ia kerap kali bertukar rasa, tanpa sepengetahuan dan seizinku dulu. Jika ku boleh meminta, aku ingin terus berada dalam kebersamaannya di bawah rinai hujan sebuah payung sepanjang jalan menuju asrama.
Apa yang saat ini ku rasa… belum tentu kau rasa. Begitu sebaliknya, apa yang kau rasa belum tentu ku rasa. Rasa suka adalah sifat yang wajar. Kau suka aku suka, bahwa ini adalah bentuk keadilan Tuhan yang menakdirkan kita pada awal sejatinya, manusia. Itulah mengapa tuhan menciptakan langit dan bumi. Karena di bumi, adalah tempat pertemuan. Pertemuan takdir yang mempertemukan kita misalnya, heheehe.
Nyatanya.. waktu adalah hal yang bisa menyapu dan yang menghantar segalanya. Baik kenangan maupun perasaan. Baik hal buruk maupun hal-hal baik. Entahlah begitu banyak waktu yang sudah terlewati, bahkan tentang hal hati…
Cinta Adalah Penerimaan.. 10111213..
Nanti entah kapan.. kamu harus menghargai kau lebih dari benda-benda yang di tempeli harga. Lebih dari mimpi-mimpi diselembar lotre.
Terkadang aku kerap bertanya-tanya bagaimana biasanya cara yang kamu pakai saat mengingatku. Apakah ketika angin membawa terbang debu masuk ke matamu maka kamu mengingatku? Apakah ketika akamu berada di antara mengantuk dan ingin melihat ponsel dan ada namaku maka kamu mengingatku?
Kau tau? aku bukanlah martabak special yang manis tuk dinikmati. Aku hanyalah kue cucur yang sederhana, mungkin tak begitu manis, tapi meski tak begitu enak dilihat, aku tampil seadanya. It’s me..
Begitu banyak cerita, di sesingkat hari yang ku alami. Demikian kenangan yang kian menggenang. Sampai ku bingung apa lg yang harus ku bicarakan. Baiklah ini cerita tentang hal hatiku di hari special itu…
Pagi..
Seperti hari biaasanya.. ada semangat kecil yang telah mendorongk pagi ini. meski malamnya ku memang benar-benar lg keadaan tidak fit. Aku ke Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah, yaa aku sendirian. Tak berharap siapapun datang saat itu. Yaa inilah aku, tidak ingin orang lain terlibat dalam rasa sakit yang aku rasakan malam itu. Memang seharusnya dalam cerita cinta, kamu ada dan menemaniku saat aku sakit, memerhatiku dan berbicara “sayang… abis ini minum yaa obatnya, jangan terlalu malam tidurnya dan mengecup keningku.” Hemmm aku buka artis yang demikian kerap kali ku tonton saat liburan dirumah. Tapi ini nyata, ini aku yang sebenarnya. Setelah itu aku memang menginap dikosan temenku, iis. Aku mengerjakan tugas untuk ku kumpulkan di hari esoknya. Paginya.. kita bertemu. Aku menemanimu makan. aku tau saat itu kamu belum sarapan. Makanya aku ingin melihatmu makan di depanku. Aku berada di ruang 607 saat itu bersamamu. Lucu sekali, bertemu sebentar dan kemudian kita kembali ke kelas masing-masing. Beberapa jeda di mata kuliah ke 2 aku lebih awal keluar dari kelas, karena dosenku hanya menyuruhku untuk mengerjakan tugas. Karena kelasku kosong menunggu dzuhur aku ke lobby dakwah berkumpul dengan teman-temanku. Membicarakan kesepakatan kita untuk praktikum minggu depan. Seperti biasa,, ada sms dari mu.. hehe
Menanyakan keberadaanku dimana. Hemmm tak lama aku memberitahumu, kamu langsung datang menghampiriku. Ini yang terkadang membuatku tersenyum tak henti-henti. Keberanianmu dan cara sosialisasi kamu dengan teman-teman yang membuatku semakin kagum padamu.
Malam hari pun tiba…
Seusai ujian translate…
Aku sedang mengutak-atik laptopku. Aku mengerjakan tugas uas soskom untuk dikumpul besoknya. Tak lama ada telfon darimu.. kamu menceritakan bagaimana apa yang sebenarnya kamu rasakan. Menceritakan semuanya… aku mencoba memahami dan mengartikan semua tiap ucapanmu. Dan seketika aku tersenyum.. dan kemudian mengatakan..
Love you too….
Ku inginkan yang SEJUTA, setia jujur dan taqwa. Semoga kamu menjadi setianya aku. Yang setia mencintai yang juga sepenuhnya setia mencintaiNYa. Yang jujur apa adanya. Dan taqwa padaNYa..
Kalaupun kau buta karena mencintaiku, jadilah penuntun yang baik untukku. ;) selamat malam kesayangan.















Selasa, 01 Oktober 2013

Sejarah Pergerakan Wanita di Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 
      Bila di telaah secara obyektif, sejarah telah menyimpan catatan mengenai performa positif kaum perempuan. Namun, karena alasan kodrati perempuan sering di sudutkan pada keadaan yang tidak menguntungkan. Hal ini kerap kali menghilangkan kesempatan perempuan untuk membuktikan kapasitas dan kapibilitas mereka dan agama pun sering dijadikan alasan untuk melegitimasi atas dikrimatis ketidakadilan terhadap perempuan. Di Indonesia pun isu perempuan terus bergulir sejalan dengan perubahan sosial budaya masyarakat. 
     Melihat sejarah pada abad ke-14 ada tiga raja islam yang berasal dari kaum perempuan, yaitu Sultanah Khadijah, Sulatanah Maryam, dan Sultanah Fatimah, tapi sayang harus menyerahkan kekuasaannya kepada laki-laki karena fatwa Qadly Makkah yang melarang kepemimpinan perempuan. Kemudian pada zaman Majapahit, sejarah mencatat pula Ratu Tribuana Tungga Dewa (1328) yang kemudian melahirkan raja Majapahit, Hayam Wuruk. 
Sejarah juga mengisahkan Aceh juga pernah dipimpin oleh seorang perempuan muslim yaitu Sultanah Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan di Sulawesi Selatan Siti Aisyah We Tenriolle Menjadio Ratu Ternate dan diakuin keberadaannya. Di Kutei Kalimantan Selatan pun pernah berkuasa salah seorang Ratu yang bernama Ratu Aji Sitti.
Pada masa perjuangan tidak asing ditelinga kita nama-nama pejuang-pejuang perempuan kita seperti Raden Ayu Ageng Serang, Tjut Nyak Dien, Cut Meutia, dan yang kita juga sangat mengenalnya dengan memperjuangkan emansipasi dalam arti pembebasan diri melawan adat, kekolotan dan keterbelakangan, beliau adalah R A Kartina.
Tokoh Perempuan lain yang bisa mengeksistensikan dirinya di Sumatra iyalah Rohana Koedoes beliau adalah adik dari Sultan Sahrir. Dimana beliau adalah seorang perempuan yang mendirikan sekolah kerajinan perempuan tahun 1911. Di medan, terbit surat kabar perempuan bergerak, untuk mendukung sosialisasi dan advokasi gagasan kemajuan perempuan. diJawa, yang dipelopori Sitti Sundari menerbiatkan wanita Sworo wanita didaerah Jawa. 
Di dunia Jurnalis muncul Hj Latifah Herawati Diah beliau menerobos banyak hal, termasuk sekolah ke jepang ketika kebanyakan putri indonesia harus sekolah ke negeri penjajah yakni, Belanda. Sehingga ia mampu menjadi public officer di departemen luar negeri yang bertugas memberikan penerangan kepada pers asing yang membutuhkan informasi dalam negeri, sampai kemudian menjadi pemimpin redaksi berbagai majalah pada tahun 1950.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Pergerakan Perempuan Indonesia Masa Pra Kemerdekaan
Sejarah pergerakan wanita biasanya dibahas dengan meneropong perkembangan kongres wanita Indonesia (KOWANI) karena, badan federasi ini telah berlangsung lama dan mencangkup organisasi dan beraneka warna dan mempunyai dokumentasi yang cukup lengkap yang mencerminkan pasang surut pergerakan wanita sejalan dengan kehidupan masyarakat umumnya. Dalam perkumpulan yang tergabung dalam federasi, banyak juga perkumpulan yang tergabung karena belum mencukupi syarat menjadi anggota baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Pertumbuhan organisasi ini juga merupakan perkembangan pergerakan wanita di Indonesia. Pergerakan wanita itu sendiri menunjukan beberapa nilai utama yakni;
1. Persatuan
2. Emansipasi wanita bedasarkan prikemanusiaan 
3. dan, Kebangsaan
Dalam pembahasan perkembangan pergerakan wanita di Indonesia dalam masa Pra Kemerdekaan yang menunjukan adanya korelasi antara organisasi wanita dan perkembangan masyarakat di Indonesia, ini dibagi ke dalam 3 periode yaitu diantaranya:
1. periode 1912-1928 (organisasi wanita pertama “Poetri Mardika” sampai diselenggarakan kongres Perempuan di Indonesia yang pertama).
Masa ini ditandai oleh apa yang dinamakan kebangkitan nasional dalam arti bahwa kesadaran bangsa pribumi yang berada di bawah penjajahan asing harus meengadakan persatuan-persatuan dikalangan sendiri untuk meningkatkan derajatnya. Dalam kalangan wanita periode ini merupakan periode pemupukan kesadaran untuk secara berorganisasi mengadakan usaha-usaha memajukan wanita. Yang timbul dari kesadaran dari kalangan kaum wanita itu sendiri (terutama dari kalangan guru wanita yang merasa cenderung untuk membaktikan tenaganya diluar sekolah) dari organisasi masa dan parta politik, agama maupun sekuler. Dan organisasi pemuda nasionalis mendirikan seksi wanita nya seperti Jong Java Maisjeskring (1915), “Damesafdeeling Jong Islamietenbond- JIBDA (1925).
Organisasi ini bersifat umum dan sukarela dalam arti bahwa kaum wanita pada umumnya asal memenuhi syarat umur dan kewarganegaraan dan menyetujui tujuan organisasi dapat menjadi anggota. Kegiatan pemupukan kegiatan kesadaran mengenai kemajuan wanita dan bangsa dilakukan lewat pertemuan lain serta majalah organisasi. Usaha lain yang penting dilakukan dari perkumpulan di bidang pendidikan atau organisasi tersebut memulainya mendirikannya sekolah-sekolah dan baru kemudian merupakan organisasi dengan anggota-anggotanya juga dari permulaan di usahakan membantu murid-murid wanita dengan memberi beasiswa. Usaha memajukan bangsa berupa memberi penerangan kepada rakyat di bidang kesehatan.
2. Periode 1928-1942 (terselenggaranya kongres perempuan Indonesia yang pertama, sampai kependudukan Jepang).
Masa ini ditandai semangat persatuan nasional pergerakan pemuda dan pergerakan nasional. Pada umumnya memuncak yang nampak pada sumpah pemuda 28 Oktober 1928: satu tanah air satu bangsa satu bahasa persatuan. Perkumpulan-perkumpulan Jong Java, pemuda indonesia, Jong Celebes, dan Sekar Rukun. Meleburkan diri dalam perkumpulan Indonesia Muda maka lahirlah keputrian Indonesia pada Akhir Desember 1931 sebagai bagian dari Indonesia Muda.
Berikut ini adalah federasi-federasi yang ada pada periode 1928-1942, diantaranya;
1. Istri Budi Sejati di Jember 
2. Istri Jauhari di pasuruan
3. Krida Wanita di Ngawi
4. Margining Koentamang diJakarta
5. Panti Krida Wanita di Pekalongan
6. Roekoen Wanita di Jakarta
7. Roenkoen Wanodeyo di Jakarta 
8. Wanita Sedijamoelja di Mataram
9. Wanita Sedijarahajoe di Mataram
Selain itu ada sebuah organisasi wanita juga sangat mengecam pemerintah kolonial, yaitu perkumpulan Mardi Wanita yang didirikan tahun 1933 oleh anggota wanita partai politik Partindo (Partai Indonesia) setelah pertai ini dikenakan “Verga Deferbot” (Larangan mengadakan rapat) oleh yang berkuasa. 
Perkumpulan ini mempunyai banyak cabang terutama di jawa tengah pada tahun 1935 yang namanya diganti menjadi “ Persatuan Marhaen Indonesia” berpusat dijogjakarta, tapi setahun kemudian juga dikenakan larangan berapat dan ketuanya S.K Trimurti, dimasukan penjara karna soal famplet. Dengan adanya larangan tersebut maka sukar perkumpulan dapat hidup langsung, maka anggota-anggotanya mengalihkan kegiatannya dibidang-bidang sosial. 
Dalam kalangan lain juga ada kegiatan berorganisasi : wanita bangsawan di Solo mendirikan perkumpulan “ Putri Narpo Wandowo “ tahun 1931 yang berjasa dibidang sosial danpendidikan. Salah satu tujuannya adalah membangun dan menyentosakan keinsyafan serta kemauan santoso dalem untuk menjadi warga negara republik indonesia sejati (Suatu rumusan setelah proklamasi kemerdekaan) 
3. Priode 1942-1945 (yaitu pada jaman kedudukan jepang sampai proklamasi Indonesia) 
Dalam zaman kedudukan tentara asing ini semua perkumpulan dilarang kecuali kelompok-kelompok yang membantu jepang yang memenangkan peperangan untuk membentuk asia timur raya. Diantara kelompok-kelompok itu yang didirikan oleh penguasa jepang ialah “Fuzinkai” (Perkumpulan wannita). 
Tugas pokok dari Fuzinkai adalah membantu garis dengan membantu garis depan dan memperkuat garis belakang. Bantuan pada garis depan berupa latihan pekerjaan palang merah, penggunaan senjata, penyelenggaraan dapur umum, pembuatan kaos kaki untuk prajurit dan segala sesuatu yanhg berhubungan dengan perang. Sedangkan usaha memperkuat garis belakang menanam kapas untuk menambah bahan pakaian, mengurus tanaman, dan hemwan untuk menambah bahan makanan.
Sifat dari Fuzinkai iadalah diharuskan, terutama dikalangan istri pamong praja. Istri-istri pamong praja dari tingkat atas sampai ke kecamatan-kecamatan diharuskan ikut serta, sedangkan struktur Fuzinkai disesuaikan dengan struktur pemerintahan. Jadi istri bupati atau camat harus memegang peranan sebahgai pemimpin meskipun ia barang kali belum pernah duduk dalam organisasi.
BAB III
PENUTUP
Pergerakan wanita Indonesia sebagai suatu gerakan sosial memiliki suatu sistem nilai. Nilai-nilai yang utama ialah
a. Persatua
b. Prikemanusiaan
c. Kebangsaan
Karen nilai persatuan yang kuat maka kongres waita Indonesia sebagai pelembagaan gerakan wanita sejak berdirinya (1928) sampai sekarang tetap bertahan, meskipun mengalami bermacam-macam perubahan. Dapat dikatakan bahwa nilai prikemanusian menentukan cara berjuanganya, yaitu menghindari kekerasan, sedangkan nilai kebangsaan menentukan sikapnya pada kekuasaan pada masyrakat yaitu pemerintah. 
Penting pula dalam gerakan sosial ialah peranan pimpinan yang mampu mengarahkan tujuan pergerakan. Mengenai kepemimpinan mempunyai berbagai teori, baik teori yang diperkembangkan di dunia barat, maupun pandangan-pandangan dalam masyrakat Indonesia. Ternyata pula bahwa berbagai jenis pemimpin mengambil peranan yang penting dalam sejarah pergerakan wanita Indonesia dari jaman ke jaman. Pemimpin yang berjasa terlaksananya program perjuangan dapat berganti, akan tetapi yang tetap mengarahkan tujuannya adalah nilai-nilai yang dipupuk dan ditinggalkan kepada mereka yang mengantiukannya.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Suryocondro Sukanti, 1984, Potret Pergerakan Wanita, CV.Rajawali ; Jakarta
Ø Sumbulah Umi Dr. M. Ag, 2008, Spektrum Gender, UIN Malang Press : Malang 

Sabtu, 28 September 2013

Data Diri


Data Diri dan Keluarga 
Nama                                     : Rizka Arfeinia
Tempat/Tanggal lahir            : Tangerang, 20 September 
Agama                                    : Islam
Suku                                      : Betawi
Jurusan                                  : Pengembangan Masyarakat Islam
Fakultas                                 : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Hobi                                       : Menyanyi, Menulis, Belajar, Membaca, Tadarus, Senyum.
Favorit Minuman                     : Jus Jeruk campur Wartel dan Jus Alpukat, Susu Vanilla.
Favorit Makanan                     : Mie Ayam, Nasi Uduk, Soto Betawi, Serabi, Pecel Ayam.
Favorit Lagu                            : Musik-musik Arab, Gambus, Marawis, Hadroh.
Favorit lainnya                        : Bunga Mawar, Bintang-bintang, dan Bulan Tsabit.
Nama Ayah                             : Drs. H. Anwar Sa’adi MA
Nama Ibu                               : Dina Dian Utari
Saudara kandung                     :    3 bersaudara
1. Rizka Arfeinia
2. Muhammad Fitroh Azizy
3. Majda Aulya
Jabatan Sekarang                 :    Bendahara Orseni Sabilussalam, Bendahara Majlis PPMA,  Sekretaris Majlis Al-Kautsar.
Riwayat Pendidikan                :   1. TK Al-Husna Peninggilan 
                                                    2. SDN 03 Sudimara Selatan
                                                    3. Tsanawiyah Ponpes Darunnajah Boarding School
                                                    4. Aliyah Ponpes Darunnajah Boarding School
                                                    5. Kuliah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Pengalaman Kerja              :     Guru di SMK Yadika 13 Ciledug, Guru di TK/TPA Al-Ikhsan, Guru di Majlis Al-kautsar, Karyawan Administrasi di Dinsos.
Pengalaman Organisasi : Wakil Ketua Rayon Mina 2009-2010 di Darunnajah, Ketua pengurus marawis di Darunnajah, Ketua Environtment Section Darunnajah, Wakil ketua Bagian Organisasi Kebudayaan dan Keseniaan di BEM Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Prestasi                                   :   Juara 1 NTQ, Juara 2 MTQ, Juara 2 Puisi, Juara 2 Kaligrafi, Juara 1 Arabic Drama.

Minggu, 23 Juni 2013

Anarkis 'C I N T A'

Entahlah..
Begitu banyak anarkis cinta disini.
Lelah ku menatap ocehan-ocehan yang saling menggores hati.
Menyiksa bathin kala otak tak lagi mampu tuk berfikir.
Begitu keras pedang tak berwujud itu menusuk qalbu, hingga mampu membunuh.
Tak mampukah kau berfikir jernih tuk mengeluarkan masalah sepele ini ??
Kemanakah kan kau bawa KTP agama mu yang berlebel islam itu?
Tak malu kah diri mu pada Tuhan sang pencipta dirimu?
Yang membuat rangka dari berbagai sel-sel dan terselip batrai yang membuatmu hidup..

Aku..
Adalah manusia biasa penuh dosa..
Kurus, kecil dan mungilnya diriku hingga kemana pun aku masih bisa bersyukur karena muat dalam segala ruang..
Bronkitis ini, masih tenang menginap di rongga paruku, namun aku adalah wanita kuat, dan tangguh.
Yah, sebisa mungkin, sesabar mungkin, apapun kan kulakukan sendiri sekira aku dapat dan mampu..

Ibadahku, masih minim di bawah rata-rata..
Kebaikan ku masih dalam proses amalan dan tabungan..
Lalu, apalagi yang kau mau sombongkan dariku?
Aku adalah makhluk kecil yang terkadang banyak khilaf..
Hanya saja,, aku selalu ingat, dan peka terhadap apa yang orang katakana mengenai diriku..
Hingga radar kepekaan ku ini membuatku berubah total hingga masa perubahan optimal..
Hingga kau tak lagi menemukanku ‘Rizka’ yang dulu lagi..

Tak usahlah kau berlomba argument, apalagi masalah cinta..
Yah, sekiranya kau di dunia ini Cuma buat kamu, dan Tuhan.
Mencari kesuksesan hanya untuk.. Tuhan.
Mencari Ilmu hanya untuk.. Tuhan.
Mencari Cinta pun hanya untuk Tuhan..
Kelak kan kau bawa oleh-oleh itu pada-Nya..

Ku hanya ingin kau tau..
Tak usahlah lagi kau memikirkanku lagi, ini serius.
Aku tak lagi bercanda apalagi kegeeran, aku berbicara serius.
Karena hanya denganku, kau hanya menemukan kegelisahan.
Karena hanya denganku, kau hanya menemukan kesedihan.
Karena hanya denganku, kau dengan nada tinggimu, gaya stay coolmu, dengan percayanya kau…
Kau bisa merendahkanku, menjatuhkanku, menjelek-jelekkanku, menertawaiku hingga semua orang tau bahwa kaulah sang ‘pemenang’.

Jadi,
Buanglah aku, ketempat yang jauh..
Hingga kau pun tak dapat lagi menemukanku, begitupun aku.
Ku harap.. rasa nevthingmu tak lagi menghiasi otak yang terlapis oleh rambut tebalmu, yah…
Kini ku juga tak akan mengirimu salam rindu lagi, lewat doa-doaku.
Karena ku tau jika kelak doaku kan terkabul, akan ada kecewa setelahnya.
Semoga.. kelak kau tak akan menemukan orang sepertiku lagi. Yah, ku tahu itu doamu yang sangat mendalam. Diam-diam ini pun menjadi doa ku juga.. yang menjadikanmu bertemu orang lebih baik dariku..

Aku tak akan minta lagi pada maha kuasa langit, kelak kan mempertemukanku padamu.
Karena itu bukan ingin ku, lagi. Mungkin, bila suatu saat nanti kita dipertemukan. Itu bukan bersamamu, mungkin dia yang memang selain kamu.

sekarang aku otw menuju doa mu…
Not, see you~





Senin, 17 Juni 2013

I Love You, Allah


Mungkin sekarang kehidupanku berbeda dengan dulu..

Bahagia ku dalam setiap nafas nadi yang Engkau berikan tiap detiknya Tuhanku. Syukurku pada Mu wahai yang maha Agung nan penuh kasih sayang yang tiada luput ku bosan mengucapkannya pada tiap-tiap doa shalat farduku. Allahku begitu sayang pada ku. Iyah, pada ku si penderita bronchitis akut yang entah berapa tahun lagi ku hidup dan mampu bertahan. dalam hidupku begitu banyak sekali cerita yang ku jadikan sejarah kehidupan. Yang tiada hentinya terus mewarnai tiap hari-hariku, tentunya.

Bertemu teman-teman yang beragam wataknya, beragam favoritnya, hobinya, profesinya, gayanya, entahlah itu membuatku semakin dewasa untuk berfikir menjadi manusia yang sederhana layaknya kekasihku, Muhammad Saw. Ku menemukan tempat-tempat yang membawaku ke dunia yang menjadikanku wanita yang berfikir, mau kemanakah aku ini? mau jadi apakah aku ini? bagaimana dengan masa depanku?. Aku.. bertemu dengan mu. Membuatku mengerti bahwa kau mengajarkanku arti sebuah senyuman dengan rasa kasih sayang. Tapi aku tersadar,, bahwa cinta dan pengorbanan itu ku dapatkan dari kedua orang tua ku. Dan betapa berartinya mereka buat ku. Menjadikanku wanita shalihah dengan cita-cita membahagiakan meraka berdua. Tak dapat ku pungkiri, aku… mencinta mereka. Bahkan demi apa pun, aku rela berkorban. Kini ku mati-matian menempuh ilmu hingga kelak ku dapat menjadi seseorang yang dapat menerbangkan ayah dan ibuku ke tempat tanah suci. Semoga mimpi ini tak hanya sekedar mimpi. Kelak kan ku buktikan bahwa ini bukanlah impian melainkan sebuah kenyataan.

Jumat, 17 Mei 2013

Ada yang tenggelam..


Ada yang tenggelam..
Ada yang mengapung di dalam matamu sesuatu seperti luka. Tapi riaknya terlalu kecil untuk membuatku sadar bahwa rindu kita telah tercemar. Mungkin kau menyimpan semuanya rapat-rapat hanya untuk menunggu waktu yang benar mengirimiku kartu ucapan bergambar darah dengan sebuah tulisan ‘terlambat’.
Ada yang mengambang di sudut bibirmu sesuatu seperti luka. Tetapi gelombangnya terlalu tenang untuk membangunkanku dan dingin nafasmu ternyata enggan menyelamatkan sepi yang kau tanam diseluruh mimpi. Mungkin waktu  terlalu naïf dan jarak selalu lupa merekam rasa sesak yang kita nikmati berdua.
Ada yang tenggelam di dasar kenangan. Sesuatu, seperti kau.

Rabu, 17 April 2013

Cinta Abadi Langit Dengan Laut


Cinta Abadi Langit Dengan Laut

Dahulu kala..
langit dan laut saling jatuh cinta. Mereka sama-sama saling menyukai satu sama lain. Saking sukanya laut terhadap langit, warna laut sama dengan langit. Saking sukanya langit terhadap laut, warna langit sama dengan laut. Setiap senja datang, si laut dengan lembut sekali membisikkan "aku cinta padamu" ke telinga langit. Setiap langit mendengar bisikan penuh cinta laut pun, langit tidak menjawab apa-apa, hanya tersipu malu wajahnya seburat kemerahan.
Suatu hari, datang awan... Begitu melihat kecantikan si langit, awan seketika itu juga jatuh hati terhadap langit. Tentu saja langit hanya mencintai laut, setiap hari hanya melihat laut saja. Awan sedih tapi tak putus asa, mencari cara dan akhirnya menemukan akal bulus. Awan mengembangkan dirinya sebesar mungkin dan menyusup ke tengah2 langit dan laut, menghalangi pandangan langit dan laut terhadap satu sama lain.
Laut merasa marah karena tidak bisa melihat langit, sehingga dengan gelombangnya laut berusaha menyibak awan yang mengganggu pandangannya. Tapi, tentu saja, tidak berhasil. Lalu datanglah angin yang sejak dulu mengetahui hubungan laut dan langit. Angin merasa harus membantu mereka menyingkirkan awan yang mengganggu. Dengan tiupan keras dan kuat, angin meniup awan. Awan terbagi-bagi menjadi banyak bagian, sehingga tidak bisa lagi melihat langit dengan jelas, tidak bisa lagi berusaha mengungkapkan perasaan terhadap langit. Sehingga ketika merasa tersiksa dengan cinta terhadap langit, awan menangis sedih.

Hingga sekarang, kasih antara langit dan laut tidak terpisahkan. Kita juga bisa melihat di mana mereka menjalin kasih. Setiap memandang ke ujung laut, di mana ada 1 garis antara laut dan langit, di situlah mereka sedang memadu kasih.

K E T I K A

Ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu berpikir untuk berusaha melupakan hal-hal buruk yang melekat di ingatanmu, hanya agar ...