Minggu, 23 Juni 2013

Anarkis 'C I N T A'

Entahlah..
Begitu banyak anarkis cinta disini.
Lelah ku menatap ocehan-ocehan yang saling menggores hati.
Menyiksa bathin kala otak tak lagi mampu tuk berfikir.
Begitu keras pedang tak berwujud itu menusuk qalbu, hingga mampu membunuh.
Tak mampukah kau berfikir jernih tuk mengeluarkan masalah sepele ini ??
Kemanakah kan kau bawa KTP agama mu yang berlebel islam itu?
Tak malu kah diri mu pada Tuhan sang pencipta dirimu?
Yang membuat rangka dari berbagai sel-sel dan terselip batrai yang membuatmu hidup..

Aku..
Adalah manusia biasa penuh dosa..
Kurus, kecil dan mungilnya diriku hingga kemana pun aku masih bisa bersyukur karena muat dalam segala ruang..
Bronkitis ini, masih tenang menginap di rongga paruku, namun aku adalah wanita kuat, dan tangguh.
Yah, sebisa mungkin, sesabar mungkin, apapun kan kulakukan sendiri sekira aku dapat dan mampu..

Ibadahku, masih minim di bawah rata-rata..
Kebaikan ku masih dalam proses amalan dan tabungan..
Lalu, apalagi yang kau mau sombongkan dariku?
Aku adalah makhluk kecil yang terkadang banyak khilaf..
Hanya saja,, aku selalu ingat, dan peka terhadap apa yang orang katakana mengenai diriku..
Hingga radar kepekaan ku ini membuatku berubah total hingga masa perubahan optimal..
Hingga kau tak lagi menemukanku ‘Rizka’ yang dulu lagi..

Tak usahlah kau berlomba argument, apalagi masalah cinta..
Yah, sekiranya kau di dunia ini Cuma buat kamu, dan Tuhan.
Mencari kesuksesan hanya untuk.. Tuhan.
Mencari Ilmu hanya untuk.. Tuhan.
Mencari Cinta pun hanya untuk Tuhan..
Kelak kan kau bawa oleh-oleh itu pada-Nya..

Ku hanya ingin kau tau..
Tak usahlah lagi kau memikirkanku lagi, ini serius.
Aku tak lagi bercanda apalagi kegeeran, aku berbicara serius.
Karena hanya denganku, kau hanya menemukan kegelisahan.
Karena hanya denganku, kau hanya menemukan kesedihan.
Karena hanya denganku, kau dengan nada tinggimu, gaya stay coolmu, dengan percayanya kau…
Kau bisa merendahkanku, menjatuhkanku, menjelek-jelekkanku, menertawaiku hingga semua orang tau bahwa kaulah sang ‘pemenang’.

Jadi,
Buanglah aku, ketempat yang jauh..
Hingga kau pun tak dapat lagi menemukanku, begitupun aku.
Ku harap.. rasa nevthingmu tak lagi menghiasi otak yang terlapis oleh rambut tebalmu, yah…
Kini ku juga tak akan mengirimu salam rindu lagi, lewat doa-doaku.
Karena ku tau jika kelak doaku kan terkabul, akan ada kecewa setelahnya.
Semoga.. kelak kau tak akan menemukan orang sepertiku lagi. Yah, ku tahu itu doamu yang sangat mendalam. Diam-diam ini pun menjadi doa ku juga.. yang menjadikanmu bertemu orang lebih baik dariku..

Aku tak akan minta lagi pada maha kuasa langit, kelak kan mempertemukanku padamu.
Karena itu bukan ingin ku, lagi. Mungkin, bila suatu saat nanti kita dipertemukan. Itu bukan bersamamu, mungkin dia yang memang selain kamu.

sekarang aku otw menuju doa mu…
Not, see you~





Senin, 17 Juni 2013

I Love You, Allah


Mungkin sekarang kehidupanku berbeda dengan dulu..

Bahagia ku dalam setiap nafas nadi yang Engkau berikan tiap detiknya Tuhanku. Syukurku pada Mu wahai yang maha Agung nan penuh kasih sayang yang tiada luput ku bosan mengucapkannya pada tiap-tiap doa shalat farduku. Allahku begitu sayang pada ku. Iyah, pada ku si penderita bronchitis akut yang entah berapa tahun lagi ku hidup dan mampu bertahan. dalam hidupku begitu banyak sekali cerita yang ku jadikan sejarah kehidupan. Yang tiada hentinya terus mewarnai tiap hari-hariku, tentunya.

Bertemu teman-teman yang beragam wataknya, beragam favoritnya, hobinya, profesinya, gayanya, entahlah itu membuatku semakin dewasa untuk berfikir menjadi manusia yang sederhana layaknya kekasihku, Muhammad Saw. Ku menemukan tempat-tempat yang membawaku ke dunia yang menjadikanku wanita yang berfikir, mau kemanakah aku ini? mau jadi apakah aku ini? bagaimana dengan masa depanku?. Aku.. bertemu dengan mu. Membuatku mengerti bahwa kau mengajarkanku arti sebuah senyuman dengan rasa kasih sayang. Tapi aku tersadar,, bahwa cinta dan pengorbanan itu ku dapatkan dari kedua orang tua ku. Dan betapa berartinya mereka buat ku. Menjadikanku wanita shalihah dengan cita-cita membahagiakan meraka berdua. Tak dapat ku pungkiri, aku… mencinta mereka. Bahkan demi apa pun, aku rela berkorban. Kini ku mati-matian menempuh ilmu hingga kelak ku dapat menjadi seseorang yang dapat menerbangkan ayah dan ibuku ke tempat tanah suci. Semoga mimpi ini tak hanya sekedar mimpi. Kelak kan ku buktikan bahwa ini bukanlah impian melainkan sebuah kenyataan.

K E T I K A

Ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu berpikir untuk berusaha melupakan hal-hal buruk yang melekat di ingatanmu, hanya agar ...