Entahlah..
Begitu banyak anarkis cinta disini.
Lelah ku menatap ocehan-ocehan yang saling menggores hati.
Menyiksa bathin kala otak tak lagi mampu tuk berfikir.
Begitu keras pedang tak berwujud itu menusuk qalbu, hingga mampu
membunuh.
Tak mampukah kau berfikir jernih tuk mengeluarkan masalah sepele
ini ??
Kemanakah kan kau bawa KTP agama mu yang berlebel islam itu?
Tak malu kah diri mu pada Tuhan sang pencipta dirimu?
Yang membuat rangka dari berbagai sel-sel dan terselip batrai
yang membuatmu hidup..
Aku..
Adalah manusia biasa penuh dosa..
Kurus, kecil dan mungilnya diriku hingga kemana pun aku masih
bisa bersyukur karena muat dalam segala ruang..
Bronkitis ini, masih tenang menginap di rongga paruku, namun aku
adalah wanita kuat, dan tangguh.
Yah, sebisa mungkin, sesabar mungkin, apapun kan kulakukan
sendiri sekira aku dapat dan mampu..
Ibadahku, masih minim di bawah rata-rata..
Kebaikan ku masih dalam proses amalan dan tabungan..
Lalu, apalagi yang kau mau sombongkan dariku?
Aku adalah makhluk kecil yang terkadang banyak khilaf..
Hanya saja,, aku selalu ingat, dan peka terhadap apa yang orang katakana
mengenai diriku..
Hingga radar kepekaan ku ini membuatku berubah total hingga masa
perubahan optimal..
Hingga kau tak lagi menemukanku ‘Rizka’ yang dulu lagi..
Tak usahlah kau berlomba argument, apalagi masalah cinta..
Yah, sekiranya kau di dunia ini Cuma buat kamu, dan Tuhan.
Mencari kesuksesan hanya untuk.. Tuhan.
Mencari Ilmu hanya untuk.. Tuhan.
Mencari Cinta pun hanya untuk Tuhan..
Kelak kan kau bawa oleh-oleh itu pada-Nya..
Ku hanya ingin kau tau..
Tak usahlah lagi kau memikirkanku lagi, ini serius.
Aku tak lagi bercanda apalagi kegeeran, aku berbicara serius.
Karena hanya denganku, kau hanya menemukan kegelisahan.
Karena hanya denganku, kau hanya menemukan kesedihan.
Karena hanya denganku, kau dengan nada tinggimu, gaya stay
coolmu, dengan percayanya kau…
Kau bisa merendahkanku, menjatuhkanku, menjelek-jelekkanku,
menertawaiku hingga semua orang tau bahwa kaulah sang ‘pemenang’.
Jadi,
Buanglah aku, ketempat yang jauh..
Hingga kau pun tak dapat lagi menemukanku, begitupun aku.
Ku harap.. rasa nevthingmu tak lagi menghiasi otak yang terlapis
oleh rambut tebalmu, yah…
Kini ku juga tak akan mengirimu salam rindu lagi, lewat doa-doaku.
Karena ku tau jika kelak doaku kan terkabul, akan ada kecewa
setelahnya.
Semoga.. kelak kau tak akan menemukan orang sepertiku lagi. Yah,
ku tahu itu doamu yang sangat mendalam. Diam-diam ini pun menjadi doa ku juga..
yang menjadikanmu bertemu orang lebih baik dariku..
Aku tak akan minta lagi pada maha kuasa langit, kelak kan
mempertemukanku padamu.
Karena itu bukan ingin ku, lagi. Mungkin, bila suatu saat nanti
kita dipertemukan. Itu bukan bersamamu, mungkin dia yang memang selain kamu.
sekarang aku otw menuju doa mu…
Not, see you~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar