Jumat, 21 September 2012

Dalil larangan memanjangkan kuku


A: hmm kalo dalam ajaran islam, boleh ngga yah kita memanjangkan kuku?

B: "ya nggak boleh lah!"

A: " memangnya ada dalil yang tìdak memperbolehkan?"

B: " ini dalil yang menguatkan agar kita memotong kuku yang berarti agar tidak memanjangkannya, dari sebuah hadits riwayat Anas disebutkan "Rasulullah saw menetapkan waktu kepada kami dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencukur ketiak dan rambut kemaluan, hendaknya kami tidak meninggalkan hal itu lebih dari empat puluh hari," (HR. Ahmad, Muslim, dan Nasa'i, lafadz hadist ini berdasarkan riwayat Nasa'i dan Ahmad). Dan ini dalil berikutnya, Rasulullah saw bersabda: "fitrah itu ada lima: berkhitan, istihdad (mencukur rambut kemaluan), memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak," (HR. Bukhari dan Muslim).
Nah, siapa yang tak memotong kukunya, maka ia telah menyalahi sunnah fitrah. Jadi maksimal 40 hari kita memotong kuku, kan ada hikmahnya juga yaitu kebersihan lebih terjaga, selain itu juga menghindari Tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir dan binatang-binatang buas yang berkuku panjang, Wallahu a'lam.

 

Alhamdulillah, memotong kuku termasuk salah satu perkara fitrah, berdasarkan sabda nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam:

"Perkara fitrah ada lima: Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak."
(H.R Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits shahih lainnya disebutkan bahwa perkara fitrah ada sepuluh, salah satunya adalah menggunting kuku.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallaahu 'Anhu ia berkata:

"Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam memberi kami batas waktu untuk menggunting kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan, yaitu tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari."
(H.R Ahmad, Muslim dan Nasa'i, lafal hadits di atas adalah lafal hadits riwayat Ahmad)

Barangsiapa tidak menggunting kukunya berarti ia telah menyalahi perkara fitrah.
Hikmah pelarangannya ialah untuk menjaga kesucian dan kebersihan, karena kadangkala dalam kuku tersebut tersimpan kotoran, dan juga untuk menghindari bentuk penyerupaan diri dengan orang-orang kafir dan hewan-hewan bercakar dan berkuku panjang.

Sumber2 lainnya//

Islam melarang wanita dan pria untuk memanjangkan kuku. Sebagian kaum wanita sengaja memanjangkan kuku-kuku mereka atau membuat kuku-kuku palsu yang jelas menyalahi fitrah. Sementara, bagi seorang Muslimah diharapkan darinya untuk mengerjakan segala sesuatu yang berkenaan dengan perangai fitrah.
Salah satu perangai fitrah tersebut adalah memotong kuku. Mereka yang memanjangkan kukunya mungkin mengatakan : ” Saya memelihara kuku-kuku saya dan saya mencucinya setiap hari”.

Maka jawabannya adalah :

Pertama : Syari’at Islam telah melarang memanjang kuku. Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah menyatakan: “Memanjangkan kuku adalah menyelisihi ajaran As-Sunnah.

Diriwayatkan dengan shahih dari Nabi Shollallahu’alayhi wa sallam, bahwa Beliau bersabda :
“Perkara fitrah ada lima: Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak.”
(H.R Al-Bukhari dan Muslim)

Kuku dan yang lainnya tersebut tidak boleh dibiarkan panjang lebih dari 40 hari, berdasarkan riwayat dari Anas radhillahu ‘anhu, bahwa ia bercerita :

“Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa sallam memberi batasan kepada kami dalam memendekkan kums, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan dengan tidak membiarkannya lebih dari empat puluh malam.”.

Karena memanjangkan semua bagian tersebut menyerupai binatang dan sebagian orang-orang kafir. (Fatawal Mar’ah 167).

Syaikh Muhammad Al-Utsaimin rahimahullah menyatakan: “Termasuk aneh, apabila orang-orang yang mengaku modern dan berperadaban membiarkan kuku-kuku mereka panjang, padahal jelas mengandung kotoran dan najis, serta menyebabkan manusia menyerupai binatang”.

Kedua : Dari segi kesehatan, sesungguhnya mencuci kuku itu tidak membuat kuku itu bersih dari kuman dan kotoran, karena air tidak dapat mencapai bagian bawah kuku. Itu hal yang jelas dan dapat dimaklumi.

4 komentar:

  1. Sangat menarik penjelasanya .... , semoga ilmunya bertambah terus ..

    BalasHapus
  2. Artikel yang bagus.
    Jangan lupa kunjungi www.refiza.com
    Ada banyak souvenir cantik untuk pengajian, haji, pernikahan.

    BalasHapus

K E T I K A

Ketika kamu menemukan seseorang yang mampu membuatmu berpikir untuk berusaha melupakan hal-hal buruk yang melekat di ingatanmu, hanya agar ...